Saturday, January 20th, 2018

Merajut Kebangsaan bersama Komunitas Gusdurian

Published on December 19, 2017 by   ·   No Comments

Rabu, 13 Desember 2017  Komunitas GUSDURIAN Bogor menyelenggarakan acara ngobrol santai dengan topik “MERAJUT KEBERAGAMAN DI BOGOR, DARI MANA HARUS DIMULAI ?”.

Acara yang diselenggarakan di Crayon Cafe Sukasari Bogor dengan  menghadirkan banyak tokoh muda yang berkompetensi, yaitu  Aan Anshori -JIAD Jawa Timur (beliau pun pada kesempatan kali itu menjadi nara sumber utama), kemudian hadir pula   Abrianto Wahyu W – aktifis pemberdayaan peternak, Ustad Basyir bin Ahmad – aktifis Keberagaman Bogor. Firman Hidayatullah – aktifis mahasiswa  Jakarta.Nicolaus Laga – Pemerhati Sosial Masyarakat Bogor ( Lembaga Tatar Sunda ), Woro Wahyuningtyas – aktifis lintas iman, Jakarta, Romy (Ketua GP Anshor Bogor), Yogen (Ketua PMKRI Bogor),Basolia ( Badan Sosial Lintas Agama ), Ustadz Mubarok (Ahmadyah), Heni Eva Sitorus Aktifis Keberagaman Bogor
Aktifis Lintas agama IPB. dan sebagai moderator di acara tersebut adalah Lucky Novaldy.

Sebagai Nara sumber utama ,Gus Aan Anshori diberi kesempatan yang pertama untuk memberikan sambutannya, dan dalam kesempatan kali itu beliau mengapresiasi munculnya komunitas GUSDURian di Bogor.

Dia mengatakan, toleransi umat beragama tidak hanya sebatas kata2, tetapi harus ditunjukan oleh sikap tindakan dan itu harus terus menerus. Kita tidak boleh diam, butuh tindakan. Wadah untuk menampung dan benteng yg paling cocok ya GUSDURian karena semua itu adalah nilai2 yg dipegang GUSDUR.

Tindakan nyata dalam waktu dekat GUSDURian bogor akan membuat spanduk ucapan Natal. Biar orang melihat, terutama silent majority yg selama ini diam dalam kebimbangan agar ada hope bahwa masih banyak orang yg mendukung toleransi beragama.

Kelompok intoleran sebenarnya tidak begitu banyak tapi karena mereka aktif terus bergerak membuat kesan Indonesia setuju bersyariah.

Gus Aan juga meminta anggota Gusdurian saling mengunjungi pada hari raya. Islam berkunjung yg Natalan dan Kristen mengunjungi yg lebaran dan wajib diunggah di Medsos dan diviralkan, Gusdurian tidak boleh menghakimi siapa pun tetapi merubah keadaan dengan contoh dan teladan yang baik..

Dan sebelum mengakhiri sambutannya, Gus aan menjelaskan bahwa kegiatan Gusdurian bogor sudah mengunjungi ketua MUI bogor yg baru, Lembaga Pendidikan Islam Al Gazhali untuk bersilahturahmi, dan Puji Tuhan dapat tanggapan positif. Dalam waktu dekat kita juga meminta waktu uskup Bogor Mgr. Paskalis untuk bertemu. Semoga beliau punya waktu dan bersedia menemui kami…

Dan selanjutnya setelah sambutan yang disampaikan oleh Gus aan,kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari bapak nico caneureun atau yang lebih dikenal Nicolaus laga selaku  pengamat sosial kemasyarakatan, Nico Caneureun mengatakan bahwa keberagaman di Indonesia umumnya, dan di Bogor khususnya sudah ada sejak lama dan tidak ada masalah. Misalnya sumpah pemuda, itu contoh dari keberagaman yg rukun dan bersatu. Di bogor, ada gereja, ada vihara, ada masjid, ada kuil sejak dulu sudah ada dan tidak ada masalah.
Menjadi masalah ketika ada gerakan politik yg dibungkus agama dan dimanfaatkan oleh politisi2 busuk berorientasi kekuasaan dan kemewahan. Mereka mulai membuat tafsir2 agama sesuai kepentingan politiknya. Dan masyarakat awam yg minim pengetahuan agamanya terbius dgn itu. Kita yg menyintai bangsa dan negara ini harus berbuat, tidak boleh diam..

Kemudian sambutan yang Terakhir,yaitu dari Romy beliau adalah salah satu tokoh GP Anshor,beliau menyatakan bahwa beliau memberi dukungan terhadap Gusdurian bogor. Dia mengatakan bahwa tokoh2 intoleran yg tergabung dalam kelompok 212 banyak dari bogor. HTI pun hidup dan berkembang di Bogor.
Selama ini yg membentengi bogor cuma NU dgn GP Anshornya dari gerakan2 intoleransi. Kami menjaga gereja, vihara dan tempat ibadah lainnya demi kenyamanan bersama. Romy juga mengatakan, nanti 24 Desember, Felix Siaw akan datang dan ceramah di masjid Alumni IPB, Jl Pajajaran (sebelah Botani Square). Anshor akan mengawasi ketat, jika ceramahnya menebar perpecahan dan anti Pancasila akan dihentikan dan dibubarkan.

acara yang didukung oleh jaringan islam Anti diskriminasi,Roemah Bhineka,laskar Cinta kasih,Gerakan Kebangsaan Indonesia (GKI) berlangsung selama 2 jam 30 menit yaitu dimulai dari pukul 19.00 hingga 21.30.

dan sebagai Kordinator Gusdurian Bogor – Nan Sumiroy sangat bangga dengan berlangsung dan suksesnya acara tersebut.

hera/red

 

Views All Time
1
Views Today
1

Readers Comments (0)




JUPE on TV


Selebriti Politik Pekan Ini

ini-gagasan-zulkifli-hasan-jika-terpilih-jadi-ketum-pan

Tokoh Pekan Ini

WhatsApp Image 2017-10-08 at 16.56.02

Arsip

Kategori